BERITA

Tingkatkan Pembiayaan, PT REFI Terbitkan Obligasi Senilai Rp400 Miliar

(Foto: Ira Rakhmawati dan Iman Pribadi, Direktur dan Dirut PT Usaha Pembiayaan Reliance Indonesia)

Jakarta, Bumntrack.co.id – Sebagai bentuk keterbukaan informasi, PT Usaha Pembiayaan Reliance Indonesia (REFI) menggelar Public Expose terkait penawaran umum perdana Obligasi 1 REFI Tahun 2021 dengan jumlah pokok sebesar Rp400 miliar yang ditawarkan (indicative) pada tanggal 6 sampai 7 Januari 2022. Obligasi tersebut terdiri dari 3 seri yang masing-masing ditawarkan sebesar 100% dari jumlah pokok Obligasi yang diterbitkan tanpa warkat.

“Tiga seri obligasi tersebut yaitu Seri A Rp100 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 8 persen per tahun. Jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari kalender terhitung sejak Tanggal Emisi. Obligasi Seri B sebesar Rp100 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 9 persen per tahun. Jangka waktu 36 (tiga puluh enam) bulan terhitung sejak Tanggal Emisi. Kemudian, Obligasi Seri C sebesar Rp200 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,5 persen per tahun. Jangka waktu 60 (enam puluh) bulan terhitung sejak Tanggal Emisi,” kata Iman Pribadi, Dirut PT Usaha Pembiayaan Reliance Indonesia dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (29/12).

Pihaknya memastikan bahwa pembayaran Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo. Bertindak selaku Penjamin Pelaksana Emisi pada penawaran umum perdana Obligasi ini adalah PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, dan selaku Wali Amanat adalah Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB).

“Sesuai POJK No. 7/2017 dan POJK No.49/2020, REFI telah melakukan pemeringkatan yang dilaksanakan oleh PT Kredit Rating Indonesia. Berdasarkan hasil pemeringkatan atas efek utang jangka panjang, Obligasi yang akan kami terbitkan, telah mendapat peringkat: irBBB (Triple B). Obligasi ini sangat menarik bagi investor karena secara kinerja dan prospek usaha REFI kedepan sangat meyakinkan dengan ditopang produk-produk yang menjadi unggulan,” tambah Iman Pribadi.

Jumlah pendapatan REFI mengalami peningkatan sebesar 17,79% menjadi Rp39,9 miliar untuk periode yang berakhir pada 31 Juli 2021 dari sebelumnya sebesar Rp33,9 miliar pada periode yang sama tahun 2020. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan pendapatan margin bagi hasil pembiayaan Syariah pada segmen pembiayaan multiguna yang meningkat dari Rp4,1 miliar pada posisi 31 Juli 2020 menjadi Rp13,9 miliar atau naik sebesar 235,41%. Segmen pembiayaan multiguna menyumbang hampir Rp2 miliar atau 14,11% untuk saldo pendapatan bagi hasil Pembiayaan Syariah.

Selain itu, rencana penggunaan hasil penawaran umum perdana Obligasi tersebut akan digunakan untuk melunasi Pokok Medium Term Notes MTN IV B Tahun 2019 sebesar Rp200.000.000.000, yang diterbitkan pada tanggal 27 Februari 2019, Pembiayaan KPR, Modal Kerja/Konstruksi, UMKM, dan Multiguna setinggi-tingginya Rp200.000.000.000, dan sisanya (jika ada) akan digunakan untuk meningkatkan portofolio pembiayaan.

Untuk diketahui, REFI merupakan anak perusahaan dari Reliance Group, yaitu sebuah group perusahaan jasa keuangan yang terintegrasi yang menyediakan solusi keuangan satu pintu untuk para nasabah, dengan portofolio jasa yang mencakup Investasi (perdagangan efek dan manajer investasi), Proteksi (Asuransi Kesehatan, kerugian, dan jiwa), Pembiayaan (multifinance dan modal ventura), dan Fintech.

Artikel Terkait

Back to top button