KOLOM PAKAR

Transformasi Telkom Menuju Human Capital 4.0

Oleh: Edi Witjara

        Direktur Human Capital Management PT Telkom Tbk

Gartner, Inc mencatat fakta bahwa saat ini sebanyak 25 persen bisnis yang kehilangan daya saing setiap tahun berasal dari ketidak-mampuan digitalnya. Global 500 mencatat fenomena dalam waktu yang singkat, beberapa perusahaan digital baru seperti Apple, Amazon, Alphabet berhasil menembus Big-100, menggantikan tiga perusahaan lainnya yang keluar dari Big-100. Lebih lanjut, sebanyak 60 persen bisnis digital akan mengalami service failure pada tahun 2020 karena kurangnya kapabilitas dalam cyber security dan mitigasi risiko digital.

Fenomena tersebut memaksa perusahaan besar di dunia melakukan transformasi ke arah digital. Walmart berinovasi menghadirkan experience digital untuk pelanggannya, perusahaan otomotif dan pabrikan lain memanfaatkan teknologi IoT dalam proses produksi. Tuntutan yang baru bagi seluruh perusahaan global saat ini adalah harus terus beradaptasi dan berinovasi dengan teknologi IT, Cloud Computing, Big Data, Internet of Things dan Industri4.0.

Telkom sebagai perusahaan terbesar IT di Indonesia yang juga masuk ke dalam ranking global 500 mempunyai visi “to be The King of Digital in the Regionuntuk memacu kemampuan kompetitifnya menghadapi berbagai tantangan di era digital. Bukan sekadar menjadi yang paling digital, namun merupakan tekad Telkom berkontribusi bagi negeri dengan memajukan level daya saing anak bangsa agar tidak tenggelam di pusaran digitalisasi global.

Seperti disampaikan Presiden RI di Sentul beberapa waktu lalu, fenomena global yang penuh perubahan, penuh kecepatan, penuh risiko, penuh kompleksitas dan penuh kejutan harus dijawab oleh model baru, cara baru, nilai-nilai baru dalam mencari solusi dari setiap masalah dengan inovasi-inovasi. Indonesia harus mampu mengelola talenta-talenta hebat yang bisa membawa negara ini bersaing secara global.

Transformasi HC 4.0 Telkom

Transformasi sumber daya manusia Telkom menuju Human Capital (HC) 4.0. yang memiliki karakter Agility, Flexibility, Cross-Mobility, Collaboration, dan Idea Meritocracy diadaptasikan dalam Masterplan Human Capital sebagai strategi transformasi human capital. Secara sederhana, pengelolaan human capital di Telkom terbagi dalam tiga pilar utama, yakni People, Culture, dan Organization.

  1. Transformasi People

Telkom meyakini bahwa penggerak utama roda perusahaan adalah people sedangkan teknologi berperan sebagai enabler, sehingga Telkom melakukan transformasi terhadap peningkatan kapabilitas SDM, dimulai dengan mengubah direktori kompetensi menjadi Three Prongs Competency Model”, yang terdiri dari Digital Leadership Competencies”, “Professional Competencies”, dan”Technical Competencies”. Model ini menjadi elemen dasar pada semua aspek pengelolaan human capital, mulai dari rekrutmen, performance management system, manajemen karir dan pengembangan kompetensi, serta reward management.

Perubahan otomatis mencakup setiap tahapan employee journey di Telkom. Mulai dari proses rekrut multi channel agar optimal mendapatkan talenta digital di tengah fenomena talent war melalui program Talent Scouting untuk melamar para mahasiswa terbaik, serta program Socio Digi Leader untuk menyasar karyawan yang memiliki kompetensi startup dan inovator, sambil tetap membuka program rekrutmen reguler yang proses seleksi awalnya juga dilakukan secara online.

Di journey development, program pengembangan talenta digital Telkom dilakukan secara sistematis untuk mencetak pemimpin-pemimpin digital yang berkualitas. Mulai dari program Great People Development Program (GPDP), Great People Managerial Program (GPMP), hingga program overseas bernama Global Talent Program (GTP) diselenggarakan untuk memastikan kesiapan kandidat menjadi pemimpin berskala global.

Talenta-talenta terbaik Telkom dikelola dalam sebuah sistem pengelolaan talent terintegrasi bernama “Ingenium” yang difungsikan sebagai talent pool berbasis data. Sistem ini selaras dengan Integrated Talent Management System (ITMS) milik Kementerian BUMN sehingga memberikan peluang besar bagi talenta unggul Telkom untuk menjadi bagian dari talent pool  Kementerian BUMN.

  • Transformasi Culture “From Culture to Commerce”

Transformasi Telkom menjadi perusahaan digital telco menyaratkan perubahan mindset di seluruh karyawan, di mana budaya digital harus dibangun namun tetap mempertahankan budaya dasar melalui The Telkom Way atau TTW yang sudah dibangun sejak lama dengan filosofi dasar Always the Best. Budaya ini juga mengusung esensi “Ihsan” yang mendorong setiap karyawan memiliki kesamaan spirit, yaitu selalu memberikan hasil kerja terbaik karena menganggap bekerja sebagai ibadah.

Telkom menempatkan budaya sebaga “pelumas” untuk meningkatan kinerja perusahaan dan berpengaruh pada pertumbuhan bisnis, seperti peningkatan customer loyalty (NPS), profitabilitas di ukuran financial dengan bertumbuhnya pendapatan, laba bersih dan EBITDA.  Implementasi perilaku budaya perusahaan didorong untuk menciptakan perilaku inovasi melalui munculnya ide, serta aksi baru yang berkelanjutan, baik proses penyempurnaan operasional maupun layanan dan produk terbaik kepada pelanggan.

Perubahan mindset digital di Telkom Group dilakukan melalui aktivasi budaya inovasi lewat program Indigo, Amoeba, dan Hack Idea. 

Indigo adalah ekosistem inovasi yang diciptakan Telkom dengan memanfaatkan talent digital dari luar Telkom, sementara Amoeba dan Hack Idea diciptakan Telkom melalui Talent Internal Telkom utuk terus melakukancontinuous improvement.

  • Transformasi Organisasi

Cara kerja baru (the new way of working) dengan mengadopsi Design Thinking atau Design Sprint dipakai untuk mempercepat identifikasi permasalahan dan pencarian solusi. Flexible Working Arrangement diterapkan di beberapa unit yang memungkinkan karyawan mengelola sendiri lokasi dan waktu kerja sesuai kebutuhan. Unsur tempat dan waktu menjadi tidak relevan lagi di zaman digital karena semuanya didukung aplikasi Diarium, platform kerja berbasis mobile yang berisi aplikasi-aplikasi seperti presensi lengkap dengan activity report-nya dan berbagai proses administrasi human capital yang bisa diakses setiap saat. Diarium juga memperkuat budaya sharing knowledge dan kolaborasi yang digemakan dalam perusahaan.

“The Telkom Hub” yang diresmikan Presiden Jokowi di hari Inovasi Nasional tanggal 1 November 2018 lalu merupakan Center of Excellence and Source of Inspiration to Build Digital Indonesia sebagai model lingkungan kerja digital workplace dengan spirit ekosistem. Telkom dan anak perusahaan berada dalam satu kawasan dengan fasilitas wifi berkecepatan tinggi, memudahkan karyawan selalu terkoneksi dengan internet, mengusung konsep kerja digital yang paperless, wireless, seamless. Ruang kolaborasi open space disediakan untuk mendorong terciptanya budaya kerja yang lebih efektif dan efisien serta merangsang lahirnya inovasi secara berkelanjutan.

Merespons zaman disruptif di era digital 4.0, Telkom merombak organisasinya yang hirarkis dan birokratis menjadi lebih lean dan agile.  Tujuanya untuk dapat memberikan karyawan pengalamanyan lebih baik sehingga dapat menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih baik. Pengambilan keputusan dipangkas menjadi lebih sederhana dan lebih cepat. Semua proses bisnis dibuat menjadi easier, simpler dan better karena Telkom harus mampu bersaing dengan perusahaan lain yang dalam waktu singkat terus meluncurkan layanan baru.

Telkom membuat terobosan new way of working dengan merumuskan wujud organisasi baru yang berbentuk gugus tugas (tribe dan squad) di mana anggota berasal dari berbagai disiplin ilmu dan keahlian. Karyawan dengan satu kompetensi (chapter) tergabung dalam satu kelompok talent pool sehingga dapat mudah di-manage kapabilitasnya dan lebih terukur. Model organisasi tersebut memungkinkan tim dan individu untuk saling bertemu, berbagi informasi secara transparan, dan berpindah dari satu tim ke tim lain untuk mengerjakan suatu proyek. Output dari model organisasi ini adalah eksekusi terhadap proyek digital yang lebih cepat dan peningkatan kompetensi digital karyawan melalui keterlibatannya di berbagai macam penugasan. 

Model GugusTugas di Telkom Indonesia

Transformasi di Telkom akan terus berjalan dengan prinsip: Innovative, Fast & Agile untuk mewujudkan visi “to be The King of Digital in the Region. Transformasi di human capital menjadi pondasi utama karena people adalah penggerak utama roda perusahaan untuk terus berinovasi dan meningkatkan prestasi Telkom di era digital. Upaya ini semakin memperkokoh peran Telkom sebagai BUMN yang bertugas menjadi Agent of Development di Indonesia sekaligus World Class Company.

#Jayalah Telkom

#Jayalah Indonesia

#TelkomIndonesiauntukIndonesia

#BUMNhadiruntuknegeri

Show More

Artikel Terkait

Back to top button
Close