- Mendobrak Batas Transformasi Digital dan ESG Konstruksi
Jakarta, Bumntrack.co.id – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) memamerkan revolusi teknologi Building Information Modeling (BIM) di hadapan ratusan sivitas akademika Universitas Andalas (UNAND).
Melalui agenda General Lecture bertajuk “Building Information Modeling (BIM): Menjawab Tantangan Transformasi Digital Industri Konstruksi Masa Depan,” Site Engineer Manager WEGE, Pudia Prisandhy mengupas tuntas bagaimana WEGE mengorkestrasi proyek triliunan rupiah murni melalui cloud computing dan pemodelan digital.
WEGE hadir bukan sekadar sebagai praktisi, melainkan sebagai pionir di Indonesia. WEGE adalah kontraktor pertama di Tanah Air yang berhasil meraih kasta tertinggi sertifikasi BIM global, yakni ISO 19650-1 dan 19650-2 Kitemark dari lembaga internasional pemerintah Britania Raya, British Standards Institution (BSI).
Inovasi mutakhir ini tidak sebatas teori. Kehebatan BIM WEGE telah menjadi tulang punggung keberhasilan eksekusi lebih dari 50 proyek besar, dengan Total Contract Value melebihi Rp15 triliun. Salah satu mahakarya penerapan BIM WEGE diwujudkan pada proyek Bandara Internasional Dhoho Kediri, yang sukses mengantarkan WEGE merajai Asia Tenggara dengan menyabet gelar Grand Winner Innovator of the Year Award pada Autodesk ASEAN Innovation Awards 2024.
Penerapan BIM di WEGE telah melampaui visualisasi 3D konvensional. WEGE mengimplementasikan Full Integration BIM Level 3 yang mengintegrasikan seluruh siklus hidup bangunan hingga dimensi 8D:
- 4D & 5D (Waktu & Biaya): Pemantauan jadwal dengan Progress Simulation dan perhitungan Quantity Take-Off super akurat yang terhubung langsung dengan Common Data Environment (CDE).
- 6D (Sustainability/ESG): Analisis energi presisi tinggi untuk Green Building.
- 7D (Facility Management): Manajemen siklus hidup aset pasca-konstruksi.
- 8D (Safety Plan Model): Prediksi risiko dan kesadaran keselamatan kerja yang diimplementasikan pada pelaksanaan proyek.
Di lapangan (On-Site Construction), WEGE juga telah memadukan BIM dengan teknologi imersif. Pemantauan dan validasi desain kini dilakukan menggunakan Virtual Reality (VR) via Twinmotion dan SteamVR, serta Augmented Reality (AR) untuk memastikan presisi tanpa celah (Zero Tolerance) antara desain komputasi dan hasil aktual. Kolaborasi antar stakeholder terjadi secara real-time di komputasi awan menggunakan Autodesk Construction Cloud (ACC), memangkas birokrasi dokumen secara drastis.
Selanjutnya, dalam mendukung tata kelola Environmental, Social, and Governance (ESG), WEGE mendemonstrasikan bagaimana teknologi BIM 6D digunakan untuk menekan emisi karbon dan menciptakan desain berkelanjutan. Teknologi WEGE mampu melakukan serangkaian analisis tingkat tinggi, meliputi:
- Simulasi FDS (Fire Dynamics Simulator) & CFD (Computational Fluid Dynamics): Menganalisis pergerakan arah angin (windflow), kecepatan evakuasi massa, hingga resiliensi material struktur baja terhadap suhu ekstrem (mencapai 700°C–1600°C).
- Solar Study Analysis: Menghitung produksi energi PV (Photovoltaic) tahunan secara otomatis guna memaksimalkan penghematan energi ( Energy Savings) dan mendukung bangunan Net Zero Emission.
- Fluid Dynamic Simulation: Mengisolasi udara panas dari AC outdoor agar tidak mencemari lingkungan fasilitas, menjaga kenyamanan ruang secara mikroklimat.
Melalui diseminasi teknologi tingkat tinggi di Universitas Andalas ini, WEGE berkomitmen untuk tidak hanya mencetak bangunan ikonik, tetapi juga mencetak generasi insinyur masa depan yang siap mengarungi era konstruksi digital (Digital Construction) berwawasan lingkungan.








