BERITA

Melalui Tujuh Poin Ini, PLTU Tanjung Jati B Hemat Rp2,17 Triliun

Jakarta, Bumntrack.co.id – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Pembangkitan Tanjung Jati B (UIP TJB) memiliki Program Inovasi Sumber Daya yang terdiri dari 7 (tujuh) poin penghematan. Penghematan tersebut dilakukan pada PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Tanjung Jati B yang berada di Jawa Tengah.

Tujuh poin tersebut yaitu Efisiensi pemakaian air berupa penurunan pemakaian air 170 ribu meter kubik. Kedua, efisiensi energi 6.8 juta giga joule (GJ) dari modifikasi seal plate pada peralatan penyaring sistem pendingin turbin. Ketiga, penurunan beban pencemar air sebanyak 3.73 ton polutan dari modifikasi sistem kendali pompa injeksi di boiler. Keempat, pengurangan limbah non B3. Kelima, pengurangan limbah B3 melalui proses Desalination Plant. Keenam, penurunan emisi udara melalui optimalisasi dedicates vessel 3.2 ribu ton SOx, 853 ton NOx dan 661 ribu ton CO2e dalam coal shipping management, dan terakhir melalui transplantasi lamun perairan Pulau Panjang dengan luasan wilayah konservasi 2070 meter persegi.

“Ketujuh program efisiensi ini dapat menghasilkan penghematan bagi PLN Rp2.7 trilyun,” kata General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan Tanjung Jati B, Rahmat di Jakarta, Jumat (22/11).

PLTU Tanjung Jati B merupakan salah satu pembangkit andalan PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik sistem interkoneksi Jawa-Bali. Hingga triwulan III 2019, PLTU berkapasitas 4 x 710 MW (kapasitas terpasang) dengan daya mampu 4×660 MW ini memiliki kesiapan produksi listrik atau Equivalent Availability Factor (EAF) hingga 93,6 persen selama setahun, naik dari tahun lalu sebesar 89,8 persen.

PLTU Tanjung Jati B menjadi tulang punggung kelistrikan Jawa-Bali sejak pertama kali beroperasi pada tahun 2006. Adapun besaran 12 persen adalah setara dengan kebutuhan listrik sekitar 5 juta pelanggan rumah tangga.

Show More

Artikel Terkait

Back to top button