KOLOM PAKAR

Direktur Kharismatik

Direktur silih berganti datang dan pergi. Ada yang bertahan 10 tahun ada juga yang hanya bertahan satu tahun. Tidak banyak yang akan diingat oleh karyawan dalam waktu panjang. Kharisma adalah faktor pembeda yang dapat membuat seseorang tetap akan diingat sebagai seorang pemimpin meskipun sudah tidak memimpin lagi. Kharisma juga menjadi pembeda ketika pelaksanaan implementasi strategi.

Pemimpin dengan kharisma yang kuat akan jauh lebih mudah menggerakkan pengikutnya karena sudah terbangun kepercayaan akan keberhasilan rencana. Adanya kharisma yang dimiliki seorang direktur akan lebih mempermudah naiknya tingkat kepercayaan karyawan. Kharisma yang dimilikinya bisa menutupi atau paling tidak mengurangi kelemahan program.

Sebagian orang menganggap kharisma adalah anugerah dari Ilahi. Namun, seperti kepemimpinan,  kharisma ternyata juga terbentuk melalui suatu proses, yang memang bisa berjalan tanpa terencana, tapi juga bisa dirancang secara sistematis.

Mungkin, Jokowi muda sudah tampak berkharisma bagi teman-teman kuliahnya di Fakultas Kehutanan UGM, atau Yusuf Kalla semasa muda sudah berkharisma bagi teman-teman seperjuangnya di HMI Makassar. Tapi, yakinlah, tak ada satupun dari teman-teman mereka pada saat itu yang menyangka bahwa keduanya di kemudian hari menjadi Presiden dan Wakil Presiden sampai dua priode. Bahkan, mungkin, pada saat itu ada orang lain yang lebih dikenal dan lebih berkharisma. Artinya, Jokowi dan Yusuf Kalla, telah berhasil terus mengembangkan kharismanya di sepanjang karirnya.

Suatu studi yang dilakukan pada tim pemadam kebakaran menunjukkan hasil yang signifikan, berbeda antara kelompok pekerja yang atasannya berkharisma dengan yang tidak. Ternyata, pemimpin berkharisma membuat bawahanya lebih gembira dari pada pemimpin tidak berkharisma.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemimpin berharisma selalu berusaha membuat bawahannya nyaman, senang dan bergembira. Timbal baliknya adalah karyawan akan bekerja lebih ikhlas tidak hitung-hitungan. Dengan begitu produktivitas kerja karyawan sebagai pusat pertambahan nilai secara fisik maupun non-fisik akan meningkat. Karena mereka akan bergerak secara terstruktur, sistematik, dan total tanpa perlu selalu didorong-dorong apalagi dipaksa-paksa.

Dengan ikhlas mereka akan bekerja dan mendukung program sang pemimpin kharismatik tanpa argumentasi, kritik, apalagi membangkang. Terdapat tiga cara pemimpin mendapatkan kharisma menurut Bass dan Bass (2008), yaitu melalui kharisma sosial, kharisma personal, dan kharisma selebriti.

  • Kharisma Sosial

Membangun kharisma bisa mulai dari hubungan dan kegiatan sosial. Aktif dari berbagai kegiatan sosial, termasuk melalui media sosial internet, whats-up, facebook, dsb, bisa digunakan untuk mulai mengenalkan diri. Diperlukan keistimewaan atau paling tidak keunikan tertentu dalam mengenalkan diri dan tampil di setiap acara. Menjadi menonjol dengan aktivitas, keunggulan dan kelebihan tertentu akan membuat lebih mudah dikenali. Terus membangun jaringan pertemanan persahabatan, membina sahabat lama, dan mencari teman baru sambil terus menunjukkan jiwa kepemimpinan akan cepat membangun kharisma. Ikut aktif dalam kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan juga membantu akselerasi pembentukan kharisma diri. Namun membuka diri dengan semua golongan, suku, agama, dan ras yang dilanjutkan dengan sikap ikhlas dan tulus menerima keberagaman dan perbedaan kemudian selalu berempati dengan situasi orang lain, akan mendapatkan simpati dari berbagai pihak yang ujungnya membangun dan memperkuat kharisma diri juga.

  • Kharisma Personal

Setelah mempunyai jaringan dan teman yang banyak dari berbagai golongan maka langkah berikutnya adalah membangun kharisma personal. Di sini, keunggulan diri perlu ditonjolkan dengan memiliki mimpi, visi, misi atau cita-cita diri tentang kinerja perusahaan yang lebih baik, kesejahteraan karyawan yang lebih tinggi, atau kualitas hidup yang meningkat. Banyak belajar dengan membaca, menimba ilmu, berdiskusi dengan ahli maupun tokoh-tokoh masyarakat akan sangat membantu dalam membuat visi masa depan yang menarik dan menginspirasi. Bila visi itu bisa dituliskan dalam bentuk rencana yang didalamnya berisi kegiatan jelas rinci dan terukur, maka banyak orang lain yang akan tertarik untuk ikut berkontribusi. Visi yang lebih mudah terjual adalah visi yang sejak dari awal sudah dibangun dan dimimpikan secara besama-sama. Pemimpin yang hebat dalam membuat visi adalah pemimpin yang visinya justru dibentuk secara bersama-sama dengan konstituennya. Jika beberapa bagian awal dari kerja memwujudkan visi itu sudah dikerjakan, maka karyawan akan mulai melihat dan percaya bahwa apa yang diimpikan tadi benar-benar bisa diwujudkannya. Jangan dibayangkan semua kerja nyata itu berlangsung dengan lancar tanpa hambatan. Pastilah banyak tantangan dan bahkan hambatan. Rencanapun tidak dibuat sekali jadi, pasti akan banyak perubahan, yang bahkan arah awalnya bisa saja berubah sangat jauh. Namun, tantangan dan hambatan itu justru yang membentuk jiwa kepemimpinan yang kuat. Sukses menyelesaikan proyek-proyek yang melibatkan banyak orang, akan membentuk kharisma personal.

  • Kharisma Selebriti

Kharisma selebriti ini adalah kharisma terbentuk dari kehadiran pada berbagai kegiatan-kegiatan yang dihadiri banyak orang. Pemimpin yang sudah memiliki kharisma sosial dan personal biasanya sudah dikenal luas di masyarakat. Maka kehadirannya akan membuat acara jadi lebih bernilai, lebih ramai, dan lebih menarik. Untuk ini diperlukan lagi keterampilan baru untuk bisa tampil secara elegan, pantas, dan selaras dengan suasana dan situasi acara. Mulai dari yang paling sederhana adalah cara berpakaian, cara membawa diri di depan orang, cara berbicara, bertatakrama dengan berbagai golongan dan strata. Kesalahan kecil dalam berkata maupun bersikap yang dianggap tidak selaras dengan acara dan komunitas yang dikunjungi akan dengan cepat mendegradasi kharisma yang telah dibangun. Untuk itu dibutuhkan juga energi dan kebugaran yang cukup karena menghadiri satu acara ke acara yang lain dalam waktu singkat sangat menguras energi. Namun, pemimpin yang sudah sampai pada tahap ini biasanya sudah memiliki daya tahan tinggi karena sudah bisa menikmati dan telah terbiasa. Tampilan fisik memang penting, namun keindahan pribadi dari dalam akan jauh lebih kharismatik. Bila mendapatkan kesempatan berpidato memberi sambutan, maka persiapkan dengan seksama karena ini adalah kesempatan emas untuk lebih menunjukkan kemampuan diri

Referensi:

  1. Bernard M. Bass with Ruth Bass, The Bass Handbook of Leadership: Theory, Research, and Managerial Applications, Fourth Edition (New York, The Free Press, 2008), pp 578-580.
  2. Jay A, Conger and Rabindra N. Kanungo, Charismatic Leadership in Organizations (Thousand Oaks, Calif: Sage Publications, 1998).
Show More

Artikel Terkait

Berita Lainnya
Close
Back to top button