CEO NOTES

Membangun Suasana Kekeluargaan

Sosoknya begitu tenang. Namun siapa sangka, di balik kelemahlembutannya, ketangguhan Nina Sulistyowati teruji dalam menyukseskan transformasi di beberapa BUMN raksasa. Sebut saja Pertamina dan Garuda Indonesia.

Sebelum ditunjuk menjadi Direktur Utama Patra Niaga sejak Januari 2019, selama tak kurang dari 25 tahun Nina berkarier di Pertamina pusat. Di sinilah, ia turut membidani lahirnya transformasi Pertamina sejak 2006 dan mengawal lahirnya Pertamina International Shipping (PIS) pada 2017 saat dirinya menjabat sebagai  VP Strategic Planning & Business Development (SPBD).

“Tantangan bisnis di Pertamina lebih ketat karena kita langsung terlibat di persaingan bebas. Itu yang membuat kita harus melahirkan jurus-jurus baru untuk menguasai market,” ungkap Nina.

Berpindah haluan dari perusahaan migas, Nina dipercaya pemegang saham menjadi Direktur Marketing Garuda Indonesia. Pada maskapai pelat merah itu, ia kembali menemui banyak hal baru. “Persaingan bisnis airlines yang selain regulasinya ketat karena berkaitan dengan keselamatan penumpang, juga sangat sensitif terhadap persaingan, kondisi alam, termasuk seperti epidemic corona yang saat ini dihadapi,” ujarnya.

Sementara ketika ia kembali “dipulangkan” ke Pertamina dengan mengemban amanah sebagai nakhoda Patra Niaga, Nina kembali berpacu untuk memenangkan pasar mengingat Patra Niaga bergerak di BBM industri yang berkecimpung di persaingan bebas. Sang Srikandi harus pandai-pandai mengatur strategi untuk bertempur dengan pesaing sekaligus mitranya. Terlebih, banyak sekali pelaku industri yang bergerak di bidang trading, baik swasta maupun pemeritah.

Meskipun tantangan cukup besar, toh, Nina tetap bisa melewatinya dengan tenang. Apa resepnya? “Saya berusaha menikmati pekerjaan ini sebaik-baiknya, menjalani dengan enjoy dan membangun suasana kekeluargaan di kantor. Rekan-rekan kerja saya anggap seperti saudara dan anak kita juga, jadi, kita bekerja selalu happy dan tidak stress,” ungkapnya perempuan kelahiran 6 Juni ini tersenyum.

Sementara ketika ada waktu luang, khususnya di akhir pekan, Nina memanfaatkannya untuk menjaga quality time dengan keluarga, sekadar berkumpul atau berdiskusi berbagai macam hal.

Kepada kedua buah hatinya, Nina berpesan agar mereka menjadi pribadi yang disiplin dan pantang menyerah. “Selain itu, tanamkan bahwa bekerja adalah ibadah. Mereka harus miliki integritas, selalu mengasah kemampuan dan menambah wawasan. Itu yang kami tekankan,” urainya.

Begitupula nilai-nilai yang ia tanamkan kepada insan di Patra Jasa, agar mereka terus membangun network, baik kepada stakeholders maupun terhadap pesaing. Karena suatu hari, bisa saja mereka saling membutuhkan.

Show More

Artikel Terkait

Back to top button