LIFESTYLE

Memburu Senja di Waduk Jatiluhur

Hembusan angin di sekitar waduk jati luhur membelai dengan lembut.  Seraya menanti matahari tenggelam, kami bergegas mendekati kawasan istora untuk menatap surya lebih dekat.

Penantian untuk menikmati sunset  sore itu dilengkapi oleh sajian pisang goreng bertekstur renyah berikut air kelapa muda yang menyegarkan. Selain memiliki fungsi yang vital sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Waduk Jatiluhur atau dulunya dikenal dengan sebutan bendungan Ir.H.Juanda ini juga memiliki potensi wisata yang luar biasa dengan pemandangan sunset  tidak kalah indah dengan pantai ternama di Indonesia.

Berkunjung ke waduk terbesar di Indonesia yang berdiri sejak zaman Belanda ini sangat tepat dilakukan sore hari. Selain udaranya yang sejuk, kita bisa menikmati keindahan Jatiluhur sambil menunggu matahari terbenam.

Konon, lokasi yang cocok berburu sunset  berada di Istora Jatiluhur. Kawasan ini berjarak sekitar dua kilometer dari pintu gerbang utama. Di area tersebut, pengunjung bisa berswafoto di sejumlah titik yang telah disediakan. Seperti di anjungan kapal buatan, taman bermain di bibir waduk serta di sekitar rumah terapung yang letaknya persis di depan morning glory.

Seperti yang kami nikmati sore itu, ketika sang surya perlahan mulai turun. Pancaran sinarnya bewarna jingga keemasan membuat air danau berkilau begitu indah. Belum lagi, hamparan rumput bewarna hijau dengan bebatuan yang bertebaran di sepanjang pinggiran waduk kian mempercantik gradasi warna latar.

Seperti hari-hari sebelumnya, genangan waduk sore itu begitu tenang. Terlihat beberapa pria memancing di sisi terluar, ada pula yang mendayung ke tengah waduk untuk menangkap ikan menggunakan jaring. Susana hening, namun tetap syahdu.

Melihat potensi pariwisata yang kian menjanjikan, Perum Jasa Tirta II sebagai perusahaan BUMN yang mengelola kawasan Jati Luhur terus meningkatkan layanan di sektor wisata. Pembangunan Hotel Pesanggrahan, contohnya, merupakan salah satu upaya untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata di Jatiluhur. Akhir tahun lalu, perusahaan juga berhasil menghelat The 1st International Jatiluhur Jazz Festival 2019.

Bekerjasama dengan Hotel Indonesia Group, kini penginapan bergaya minimalis modern berpadu unsur kearifan lokal tanpa meninggalkan gaya arsitektur klasik dari Eropa itu mulai menerima tamu perusahaan maupun para wisatawan ke kawasan waduk. Terdapat 60 unit kamar yang siap menampung tamu setiap saat.

Pengoperasian Hotel Pesanggrahan itu menambah jumlah penginapan untuk para wisatawan di kawasan sekitar bendungan. Saat ini, terdapat 20 kamar di Istora Resort dan 50 kamar lainnya dalam bentuk bungalow. Didukung panorama senja yang memikat, kesiapan fasilitas berupa keberadaan hotel yang layak dengan nilai sejarah yang tinggi bisa mengakomodasi wisatawan yang berkunjung ke wilayah Barat dan Selatan Purwakarta.

Show More

Artikel Terkait

Back to top button