CEO NOTES

Selalu Ada Hal Baru

Bekerja di dunia konsultansi manajemen merupakan hal yang sangat menarik bagi Alphieza. Profesi ini mendorongnya untuk senantiasa bertemu hal-hal baru. “Menariknya, enggak pernah membosankan,” tukasnya singkat. Betapa tidak, sehari-hari, pria yang telah mengabdi di PPM Manajemen sejak sepuluh tahun ini selalu bertatap muka dengan banyak orang maupun perusahaan, dengan berbagai karakter dan permasalahannya. Hal ini membuat passion-nya terus terasah. 

Sebelum bergabung di PPM Manajemen, pria yang akrab disapa Phieza ini adalah seorang profesional di berbagai perusahaan multinasional. Bidang yang ia tekuni lebih banyak berkecimpung di finance, akunting, dan teknologi informasi (IT).

Phieza yang kini mengepalai Divisi Riset dan Konsultasi itu memiliki salah satu tugas memimpin dan mengarahkan kinerja para konsultan. Sesekali, peraih gelar Magister Akuntansi dari Universitas Indonesia ini juga diminta untuk mengajar, baik di Sekolah Tinggi Manajemen PPM, maupun mengisi sesi pelatihan manajemen di berbagai organisasi. Untuk menguatkan perannya, ia harus terjun langsung menjadi konsultan manajemen. 

Kalangan BUMN bukanlah dunia baru baginya. Melihat perkembangan BUMN dari hari ke hari, Phieza mengapresiasi upaya perusahaan pelat merah yang terus bergerak menuju perusahaan profesional, dan mulai melahirkan pemimpin-pemimpin muda sebagai penerus tongkat estafet perusahaan. 

“Saat ini BUMN banyak yang jauh lebih baik, meski masih ada beberapa yang harus ditingkatkan. Saya sangat mengapresiasi BUMN-BUMN yang mau berubah dan memasukkan para generasi milenial sebagai pemimpin,” kata pria kelahiran 25 Agustus 1972. Dengan begitu, BUMN mulai bisa menanggalkan budaya lama dan beralih ke budaya kerja yang enerjik penuh semangat tinggi.

Bekerja memang hobinya. Namun, bukan berarti ia menomorduakan keluarga. Untuk menjaga komunikasi yang hangat bersama istri dan putera semata wayangnya, mereka sering berkumpul bersama. Salah satunya, mengantar anaknya pergi kuliah, atau menjemputnya saat jam pulang. “Kami sering bertigaan. Entah mengantar anak ke kampus, atau kadang saya minta mereka jemput sepulang kerja. Di kesempatan bertigaan di dalam mobil itulah, kami gunakan untuk berdiskusi, berdebat pun sering,” ujar suami dari Early Roza ini tersenyum. 

Moment quality time di rumah juga tak kalah menyenangkan. Di kediamannya yang terletak di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Phieza memiliki perpustakaan pribadi yang mengoleksi ribuan buku. Sambil mengupas isinya, perpustakaan juga jadi media pembelajaran bagi anak tercintanya. “Kebetulan anak saya kuliah di Fakultas Teknologi Informasi jurusan Ilmu Perpustakaan, jadi pas sekali. Kami berdiskusi tentang bagaimana seharusnya menyusun buku-buku berdasarkan klasifikasinya,” ujar Phieza yang kerap mendampingi puteranya belajar.

Kini, obsesinya tak muluk-muluk. Ayah dari Kemal Avicenna ini hanya ingin menjadi seseorang yang lebih profesional dan senantiasa bermanfaat bagi orang lain.

Show More

Artikel Terkait

Back to top button