CEO NOTES

Tak Pernah Berhenti Belajar

Berlatar pendidikan dunia psikologi menggiring karier Linggarsari Suharso pada bidang Human Capital. Sebelum menjabat sebagai Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PT Jasindo (Persero), penyandang gelar Magister Psikologi Industri & Organisasi dari Universitas Indonesia ini menjabat sebagai Director of Human Capital di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada tahun 2016 – 2018. Jauh sebelum itu, ia mengawali kariernya di bidang Human Capital pada Bank Danamon, BPPN serta Bank Permata.

Bicara seputar SDM membuatnya antusias. Sebab, perempuan yang selalu tampil menawan ini memahami betul bahwa SDM atau karyawan merupakan aset utama bagi keberlangsungan sebuah perusahaan. Seperti yang berlaku di Jasindo, jajaran direksi berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi SDM. Terlebih saat ini perusahaan mengubah arah bisnis dari yang sebelumnya product oriented menjadi customer oriented. “Mindset karyawan harus berubah menjadi sikap melayani, tentunya disertai kompetensi yang unggul,” katanya.

Berkekuatan lebih dari seribu personil, Jasindo dituntut memiliki kepemimpinan mumpuni yang mampu mengarahkan seluruh karyawan menuju satu tujuan bersama. “Ibaratnya ada gerobak, ya harus ditarik sama-sama sampai ke tujuan akhir. Tujuan ini kita artikan sebagai RJPP perusahaan yang sudah disepakati bersama,” ujar Sari.

Tak heran, saat pertama kali bergabung di Jasindo pada Oktober 2018, ia segera melakukan maping  untuk selanjutnya menyusun job desk, job evaluasi  sekaligus job grading baru yang lebih efektif dan tepat sasaran. Mengingat, selain jumlah karyawan senior yang memiliki kapabilitas, ia juga mengelola 40 persen karyawan milenial yang pengembangan kompetensinya harus didukung dengan prosedur yang pasti.

Satu lagi tugas barunya di jajaran direksi Jasindo adalah membawahi bidang IT. Untuk mengasah kemampuannya, Sari mengaku tak sungkan untuk terus belajar dari siapapun. Baginya, perkembangan zaman yang mengarah ke era digitalize mendorongnya untuk merangkul tim bergerak dengan cepat tanpa kehilangan keseimbangan.

Sebagai penyeimbang, perempuan kelahiran 18 Agustus 1961 ini kerap menyalurkan hobi traveling. Baginya, mengunjungi berbagai destinasi wisata di Indonesia membawa kepuasan batin yang membuat pikirannya rileks dan semangatnya kembali berkobar, sehingga ia siap melahirkan ide-ide baru. Apalagi, jika ia bisa ikut menebar manfaat di daerah-daerah yang dikunjungi. “Kita telah disuguhkan kekayaan alam yang sangat indah. Alangkah mulianya jika kita juga bisa memberi manfaat kembali ke alam atau warga sekitar, misalnya, dengan menjaga kebersihan hingga memberikan bantuan sarana prasarana yang dibutuhkan,” katanya yang beberapa kali terlibat dalam agenda CSR perusahaan di berbagai destinasi wisata.

Show More

Artikel Terkait

Back to top button