Page 57 - Edisi Januari 2020
P. 57

aset finansial perusahaan ditempatkan   kerugian Rp15,3 triliun pada 2018.   diinvestasikan pada saham yang
               pada saham, tetapi hanya 5 persen yang   Sedangkan per-September 2019, nilai   berkinerja bagus (blue chip).
               ditempatkan pada saham LQ45. Selain   kerugian berkurang menjadi Rp13,7   “Saham-saham yang berisiko ini
               itu, sebanyak 59,1 persen atau Rp 14,9   triliun. Kemudian pada November   mengakibatkan negative spread dan
               triliun ditempatkan pada reksa dana,   2019, Jiwasraya mengalami negative   menimbulkan tekanan likuiditas pada
               tetapi hanya 2 persen yang dikelola   equity sebesar Rp 27,2 triliun.  Alasan   PT Asuransi Jiwasraya yang berujung
               oleh top tier manajer investasi. Belum   manajemen  Jiwasraya kepada para   pada gagal bayar,” kata Agung di BPK
               lagi, ada  temuan rekayasa harga saham.   pemegang polis, perusahaan tengah   RI, Jakarta, Rabu (8/1).  
               Modusnya, Jiwasraya membeli saham   mengalami tekanan likuiditas.
               dengan harga mahal kemudian dijual   Dalam surat kepada pemegang polis,   Bermasalah Sejak 2002
               pada harga negosiasi (di atas harga   manajemen Jiwasraya menjanjikan   Permasalahan keuangan dalam tubuh
               perolehan) kepada manajer investasi,   bisa selesai dalam tempo tiga minggu.   Jiwasraya tersebut sejatinya sudah
               untuk kemudian dibeli Jiwasraya.   Ternyata, permasalahannya begitu   terdeteksi sejak 2002. Catatan BPK, kala
                  Asuransi Jiwasraya diketahui    rumit sehingga sampai saat ini tak juga   itu memperlihatkan Jiwasraya sudah
               meluncurkan produk investasi JS    tuntas. Bahkan, cerita tentang Jiwasraya   mengalami kesulitan keuangan. Namun,
               Saving Plan pada 2015, yang mana   tersebut kian melebar ke ranah politis.   Jiwasraya telah membukukan laba
               produk tersebut memberikan cost of    Hasil pemeriksaaan Badan Pemeriksa   semu sejak 2006. Meski keuangan
               fund yang sangat tinggi di atas bunga   Keuangan (BPK) menunjukan, Jiwasraya   perusahaan dalam kondisi sulit,
               deposito dan obligasi. Laporan keuangan   tak mampu membayar polis asuransi   manajemen Jiwasraya terkesan tidak
               Jiwasraya kembali mendapat opini   produk JS Saving Plan yang telah   serius memperbaiki kinerja perusahaan
               tidak wajar. Jiwasraya  pun mengalami   jatuh tempo sebesar Rp802 miliar.   dengan mengalihkan dana investasinya
                                                  Diungkapkan Ketua BPK RI Agung    ke saham-saham berkualitas. Pada 2014,
                                                  Firman Sampurna, penyebab         asuransi jiwa BUMN tertua sekaligus
                                                  utama gagal bayarnya Jiwasraya    terbesar itu malah memberikan dana
                                                  lantaran terjadi kesalahan mengelola   sponsor ke klub sepak bola dunia,
                                                  investasi. Diketahui, Jiwasraya   Manchester City. 
                                                  kerap melakukan investasi yang       Selanjutnya, Jiwasraya meluncurkan
                                                  dananya diinvestasikan pada saham-  produk JS Saving Plan pada 2015.
                                                  saham berkinerja buruk atau berisiko.   Ini merupakan produk investasi
                                                  Ini yang menjadi pertanyaan       dengan cost of fund yang sangat tinggi
                                                  karena pada umumnya dana selalu   di atas bunga deposito dan obligasi.



































                                                                               No. 144 TAHUN XIII JANUARI 2020 |     BUMN Track     |     57



       DINAMIKA.indd   57                                                                                         1/14/20   4:27 PM
   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62