Page 25 - BUMNTrack Edisi Desember 2019
P. 25

Terkait keinginan Erick Thohir agar   harus sama dengan 6 atau 8, bukan 4.   Dalam situasi
               Kementerian BUMN dapat mengelola,   Kalau sama dengan 4 artinya hanya
               melakukan merger atau mengakuisisi   membuang  waktu saja. Apalagi sama     sekarang,
               BUMN dan anak usaha BUMN dapat     dengan 3, hal itu artinya value destroyed.
               dipahami karena dari 142 BUMN         Karena sekarang sudah ada beberapa   pembentukan
               terdapat sekitar 700 anak usaha BUMN,   sectoral holding  dan kita tidak bisa
               sebagian besar merugi. Kerugian anak   bergerak mundur. Yang perlu dilakukan   sektoral
               usaha BUMN karena beberapa hal.    adalah melakukan konsolidasi holding
               Pertama, bisnis anak usaha BUMN    tersebut agar benar-benar kuat sehingga    holding
               tersebut tidak mendukung (tidak related)   bisa menciptakan value lebih besar.  Bila
               dengan core business induk perusahaan   di antara mereka belum ada sinergi,   (subholding)
               sehingga tidak ada sinergi anak perusahaan   harus dapat membangun sinergi.
               BUMN dengan induk perusahaan.         Jadi,  persoalan superholding dan     BUMN di
                  Anak usaha PT Krakatau Steel,   subholding cukup clear. Tahapan di era     industri
               misalnya, ada 60 perusahaan, yang   Erick Thohir saat ini adalah melakukan
               bisnisnya  related dengan induk    konsolidasi di level subholding (sectoral   perbankan
               perusahaan mungkin hanya sepetiga,   holding ) supaya performance –nya lebih
               sisanya tidak related dengan core business   bagus. Setelah itu baru dipikirkan masuk ke   menjadi
               induk perusahaan. Itu yang hendak   level di atasnya yaitu membuat superholding.
               dibenahi Menteri Erick Thohir sehingga   Dalam situasi sekarang, pembentukan   prioritas.
               pada akhirnya bisnis anak perusahaan   sektoral  (subholding) BUMN di industri
               harus menunjang bisnis inti perusahaan   perbankan menjadi prioritas. Pasalnya,   Pasalnya,
               induk. Jangan terlalu jauh.        tahun 2020 kita masuk era Qualified
                  Kritik saya, sekarang banyak BUMN   ASEAN Bank (QAB). Artinya, Bank     tahun 2020
               yang mempunyai  bisnis  properti.   Mandiri bisa membuka cabang sebagai    kita masuk
               Pegadaian,  misalnya, punyai bisnis   fully branch di Singapura atau di Malaysia
               properti. BUMN Karya juga punya bisnis   tanpa hambatan regulasi, bila Bank   era Qualified
               properti. Begitu pula banyak BUMN   Mandiri sudah memenuhi syarat  sebagai
               memiliki hotel dan resort padahal di   QAB. Persyaratan QAB misalnya terkait   ASEAN Bank
               BUMN ada PT Inna Hotel Group yang   dengan kecukupan  modal, compliance
               jelas core business-nya adalah perhotelan.   terhadap aspek risk management, Basel   (QAB)
               Jadi, konteksnya adalah mengembalikan   Accord  II dan lain-lain. Jadi tahap ini juga
               agar bisnis anak perusahaan related   sudah cukup rumit.
               dengan core business BUMN induk       Secara resiprokal, nanti bank ASEAN
               sehingga terjadi sinergi supayavalue induk   lainnya seperti DBS, UOB, CIMB dan
               perusahaan juga bisa meningkat.    sebagainya juga bisa beroperasi di Indonesia   bank-bank BUMN tersebut juga bisa
                  Kondisi BUMN sekarang masih pareto.   sebagai fully branch bank. Isu yang menarik,   bersaing melawan kompetitor di ASEAN.
               Di mana terdapat 25 BUMN teratas yang   apakah bank-bank anggota Himpunan   Terkait leadership di BUMN, saya
               menguasai sekitar 90 persen dari penjualan   Bank Negara (Himbara) yakni BRI, Bank   lihat memang bukan perkara mudah.
               total (total sales) seluruh BUMN. Jadi    Mandiri, BNI dan BTN mampu bersaing   Tapi proses seleksi lewat assessment centre
               jumlah BUMN banyak, namun sebagian   melawan mereka? Perlu dicatat angka net   adalah terobosan yang sudah cukup baik.
               besar tidak produktif dan tidak efisien,   interest margin (NIM) bank-bank Himbara   Kita bisa mendapatkan best candidate baik
               bahkan sebagian sudah merugi. Kondisi ini   paling tinggi di antara bank-bank di   dari internal BUMN maupun eksternal
               membutuhkan alternatif solusi perbaikan.   Singapura dan Malaysia. Ini merefleksikan   BUMN.  Kompetensi merupakan hal
               Di antaranya dengan  pembentukan   daya saing. Kalau DBS mempunyai NIM   penting dan harus ditonjolkan dari calon
               beberapa subholding (sectoral holding).   hanya 1,5 persen sementara rata-rata bank   pemimpin BUMN. Ke depan dalam era
               Intinya, value dari subholding harus lebih   Himbara di atas 4 persen, apakah bank kita   disruption dan VUCA ini yang penting
               besar dari hitungan BUMN kalau mereka   masih bisa bersaing?         adalah kemampuan global business savvy,
               berdiri sendiri (stand alone).        Dalam konteks subholding       visionary leadership , innovative , change
                  Contoh, ada empat  BUMN di bawah   perbankan, ini diharapkan terjadi dan   management , serta last but not least
               holding Inalum. Nilai holding Inalum   menumbuhkan  value creation  sehingga   mempunyai  integritas (akhlak).


                                                                               No. 143 TAHUN XII DESEMBER 2019 |     BUMN Track     |     25



       PERSPEKTIF.indd   25                                                                                      12/11/19   7:10 PM
   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30